Selasa, 30 Juli 2013

Meniru Sholat

Seperti halnya anak-anak pada umumnya, Asha juga gemar sekali menirukan. Ya menirukan apa saja, bisa suara atau gerakan. Saat ini, acara favorit Asha di televisi adalah iklan. Dan dia sudah hafal betul isi iklan-iklan yang beredar, terutama iklan yang ada anak-anak di dalamnya. Dan itu sangat berdampak pada sikapnya sehari-hari. Misalnya, karena hafal dengan iklan sirup Marjan, Asha yang biasanya memegang gelas dengan dua tangan, sekarang sok-sok an memegang gelas dengan satu tangan, tidak peduli gelasnya besar dan berat sekalipun.

Baru-baru ini, dia mulai menirukan gerakan sholat yang dilihatnya setiap hari. Tapi masa ada orang yang sholat pake pospak? hahahahahahaha..

 Berdiri

Ruku'

Sujud


Duduk

Selain meniru sholat, Asha juga sudah bisa menggunakan laptop lho. Caranya ya itu tadi, dengan cara meniru orang tuanya. Dia sudah bisa menggerakkan kursor dengan touchpad, lalu mengarahkannya ke tombol yang dia inginkan. Misalnya, kalau saya sedang membuka google chrome, sedangkan dia ingin memainkan lagu kesukaannya, Asha akan mengarahkan kursor ke arah tombol minimize di pojok kanan atas itu untuk menghilangkan chromenya. Lalu dia mengarahkan ke nama video kesukaannya, dan menyentuh touchpad dua kali untuk nge play si video, dan violaaa.. videonya mulai..

Dia juga suka nge klik tombol increase speed. Dia selalu tertawa melihat videonya berjalan cepat dengan suara seperti Chipmunk. Kalau bosan, tinggal klik tombol decrease speed di sebelahnya untuk menormalkan videonya. Asha sudah hafal tempat2nya.

Minggu, 21 Juli 2013

Disapih

Asha sudah berusia 2 tahun pada tanggal 14 Juli kemarin. Itu artinya dia sudah lulus ASI selama 2 tahun penuh, inilah saat yang agak sulit, penyapihan. Selama ini, Asha hanya mau tidur (baik tidur siang atau malam) jika sambil menyusu.

Tanggal 15 Juli malam, saya iseng mencoba untuk tidak memberi ASI pada malam hari saat Asha mau tidur. Dan hasilnya, Asha ngamuk, nangis kencang, berontak. Ketika Papinya mau menggendongnya, saya larang. Menghentikan ASI dan mengganti dengan gendongan itu sama juga bohong. Karena nantinya Asha akan ganti bergantung pada gendongan. Dia akan mau tidur hanya jika digendong dulu. Iya kalau bobot badannya tetap ringan, kalau semakin berat kan akan bikin capek juga.

Setelah bergulat lama dengan tangisan Asha, akhirnya saya menyerah. Tidak enak sama tetangga kalau terlalu berisik malam-malam. Lalu saya niatkan untuk pelan-pelan dulu. Dimulai dengan mengurangi ASI siang hari, kalau malam masih dikasih lah..

Tanggal 16 Juli
Seperti yang sudah saya rencanakan, saya stop ASInya pada siang hari dan hanya akan memberinya malam hari. Pukul 9.30 Asha mulai kelihatan mengantuk. Dia langsung memegang kancing baju saya, bersiap untuk membuka dan menyusu, tapi saya cegah. Saya alihkan perhatiannya ke mainan. Sekali, dua kali masih bisa. Lama-lama, perhatiannya tidak bisa dialihkan lagi. Lalu terjadilah lagi kejadian seperti kemarin malam. Dia menangis kencang, sampai terbatuk-batuk. Lumayan lama, Walau sebenarnya tidak tega, tapi saya harus kuat. Kalau kali ini pun saya kalah, Asha akan terus menggunakan tangisannya ini sebagai senjata.

Setelah nangis beberapa lama tanpa ada tanggapan dari saya, Asha pun melunak. Dia minta dimainkan video lagu anak-anak kesukaannya. Akhirnya dia tertidur pukul 14.21 setelah kelelahan bermain. Sayangnya dia terbangun (bahasa jawanya Nglilir) pukul 15.00 mencari susu. Dan karena tetap tidak saya kasih, akhirnya dia bangun.

Waktu tidur malam, saya biarkan dia menyusu seperti rencana semula.

Tanggal 17 Juli
Pagi ini saya merasa agak parno. Takut kalau saya dan Asha akan melalui hari yang penuh tangis seperti kemarin. Setelah saya curhat kepada seorang teman, dia menyarankan untuk mengoles puting saya dengan saos, garam atau gula.

Setelah saya pikir-pikir, kalau saos, nanti takutnya Asha kepedasan (karena saya punyanya hanya saos sambal :). Lalu kalau gula, nanti jangan-jangan Asha malah suka karena rasanya yang manis. Akhirnya saya memutuskan untuk mengoles dengan garam, palingan Asha cuma keasinan :)

Dan bagaimana reaksi Asha???

Melihat puting saya yang ada putih-putihnya (garam), awalnya dia hanya melihat dalam-dalam, lalu dia langsung menutup bra saya. "Acik", katanya. Maksudnya "sakit".
Dan seharian itu dia sama sekali tidak minta nyusu, tanpa tangisan, Alhamdulillah..
Palingan ketika dia mengantuk, dia agak rewel. Dia minta diusap-usap punggungnya sampai dia tidur. Hari ini dia tidur dari jam 9.30 sampai jam 11 siang. Lalu tidur lagi jam 3 sampai jam 4 sore.

Luar biasa senang hati saya. Bahkan saya optimis kalau malam ini pun Asha bisa tidur tanpa menyusu.
Malam harinya, Asha memang tidak minta nyusu. Tapi dia sangat gelisah. Agak rewel.

Mau minta nyusu tapi ada putih-putihnya, tapi kalo ga nyusu ga bisa tidur, serba salah..
Karena kasihan, dan juga karena niat semula stop nyusu sementara hanya di siang hari saja, jadi malam itu saya biarkan dia menyusu lagi ketika tidur.

Tanggal 18 Juli
Hari ini sama dengan hari sebelumnya. Tapi bedanya, malam harinya Asha bisa tidur tanpa menyusu.
horeeeeeeee...
Senangnya..

Tapi masih ada satu yang menjadi masalah. Yaitu ketika Asha terbangun ketika tidur, dia secara reflek akan mencari puting. Namanya anak yang baru bangun tidur, dia lupa / tidak sadar kalau puting saya ada putih-putihnya.

Jadi saya harus gimana dong kalo Asha tiba-tiba nglilir??

UPDATE tgl 19 Agustus 2013 :
Tehnik yang saya lakukan di atas, yaitu dengan memberi garam pada puting, terbukti GATOT alias gagal total. Ini terjadi karena pada waktu tidur malam, saya masih memberi ASI padanya. Sehingga lama kelamaan Asha belajar bahwa garam di puting itu bisa dihilangkan. Jadinya ya setiap saya kasih garam, dia menggosok-gosok puting saya sampai bersih, hahahahahaha..

Akhirnya, mulai tanggal 29 Agustus 2013, saya bertekad untuk STOP ASInya Asha full day. Saya bilang bahwa Asha sudah besar, jadi sudah stop mimik ASI, mimiknya buat adik. 2 minggu pertama Asha selalu rewel ketika tidur malam. Adaaaaa aja yang diminta. Dan setiap nglilir mencari puting, dia pasti rewel dan menangis sampai terbangun, lalu minum air putih atau susu UHT, lalu tidur lagi.

Hari ini sudah 3 minggu Asha stop ASI. Alhamdulillah diberi kelancaran. Sekarang sebagai ganti nyusu, puting saya dipuntir-puntir sama Asha sampai dia tertidur. Begitupun ketika dia nglilir di malam hari, yang dicari pertama adalah puting, bukan untuk diminum, tapi untuk dipuntir-puntir.

Haduh, ada PR baru lagi nih untuk di stop sebelum terbiasa begitu sampai gede :)

Sabtu, 20 Juli 2013

Ulang tahun ke 2

Tanggal 14 Juli kemarin, Asha genap berusia 2 tahun. Tidak ada acara khusus yang kami adakan, ya seperti hari-hari biasanya.

Untuk ulang tahunnya kali ini, Asha mendapat kado spesial dari Yangtinya. Yaitu, diajak ke Istana Boneka !!!!

Hahahahahaha..
Ya, Asha memang sangat suka boneka. Begitu masuk ke Isbon, dia yang awalnya agak mengantuk, langsung berbinar-binar. Langsung lari-lari kesana kemari. Setiap disodori boneka, langsung dipeluk. Disodori boneka lain lagi, boneka yang dipeluknya tadi diberikan ke orang, dan boneka baru itulah yang langsung dipeluk. Dia sangat senang. Bahkan ketika disuruh memilih satu boneka, dia tidak bisa memilih. Dia suka semua boneka.

Akhirnya boneka kucinglah yang kami pilihkan untuk dia..

kado dari Yangti :)

Bonekanya pun bisa multi fungsi lho..

1. UNTUK BERSANTAI


2. DICARI KUTUNYA :)


3. DINAIKIN


4. DIKASIH MINUM


5. DIPELUK


6. DIGENDONG KEMANA-MANA


Topik lain..

Biasanya anak-anak ketika pertama bicara, ada kekhasan dalam bahasanya. Misalnya kakak sepupu Asha, Adit, yang lebih tua 1,5 bulan dari Asha. Dia selalu mengganti huruf L dengan NG. Misal Sekolah menjadi Sekongah.

Lalu ada anak tetangga yang huruf pertamanya selalu diubah menjadi huruf H, misal Jalan-jalan menjadi Halan-halan.

Kalau Asha, apapun kata yang diucapkan, suku kata pertama diganti dengan A.
Misal Mami jadi Ami, Papi jadi Api, Mimik jadi Amik, dst..
Jadi untuk kata Papi, Sapi, Rapi, akan disebut Api semua :)

Ada juga kata yang agak tidak nyambung, misal bola disebut Aba, susu disebut yuyu, eskrim disebut Akemp, dst.

Tapi menyenangkan rasanya menebak-nebak kata yang diucapkan Asha. Pernah nih suatu malam waktu kami bersiap untuk tidur, tiba-tiba Asha bilang "Aduk" berkali-kali. Saya dan Papi bingung, Aduk itu apa?
Setelah kami minta Asha untuk menunjuk apa yang diinginkannya, ternyata oh ternyata....
Maksudnya handuk..

Ya ampun, malam-malam mau main-main handuk..

Kamis, 04 Juli 2013

Tersiram air panas

Oya, sejak hari Minggu kemarin (30 Juni 2013), kami sudah resmi menempati rumah kontrakan baru di Mojokerto. Lokasinya di daerah Sooko, lumayan dekat dengan alun-alun. Harga kontrakan rumah ini dua kali lipat dibanding rumah yang di Pasuruan. Tapi sepadan kok, rumahnya lebih luas, jalan depan rumah juga lebar, kira-kira bisa muat 3 mobil, juga one gate system.

Pindahan dari Pasuruan menggunakan truk dengan biaya 6,5 juta untuk truk dan sopirnya, sedangkan kuli angkutnya 3 orang 250 ribu. Walaupun sepertinya tidak banyak barang yang dibawa, tapi nyatanya tetap saja menghabiskan 16 buah karton besar, padahal perkiraan awal cuma butuh 10 karton saja :)

penampakan rumah yang masih berantakan, dan si Bos Cilik yang lagi tidur


Oya, kemarin ada kejadian. Ceritanya begini..
Seperti biasanya, setiap jam 5 sore, saya menyiapkan secangkir kopi panas buat Papi. Di rumah baru ini, dapurnya sangat lebar, tapiiiii tempat untuk memasaknya sangat sempit. Dan karena kami baru pindah ke sini, kami belum sempat beli meja untuk di dapur.

Jadi cangkir kopi yang baru saya seduh itu saya taruh di space kosong depan kompor, di pinggir. Nah, waktu itu saya tidak melihat Asha mendekat karena saya menghadap kompor. Dia langsung ke depan saya dan memeluk kaki saya. Pas saya reflek mundur, tubuh Asha agak oleng dan tangannya berusaha menggapai sesuatu, dan kenalah cangkir kopi itu.

Kopinya tumpah mengenai paha kiri Asha. Langsung saja saya bawa ke kamar mandi dan saya siram-siram terus dengan air dingin. Setelah tangisan Asha mereda, saya bawa ke kasur dan saya oles caladine lotion (karena hanya itu yang ada di rumah). Setelah Papi pulang, kami mengoles luka Asha dengan odol ( yang ternyata setelah saya googling, itu adalah cara yang salah, jadi JANGAN DITIRU).

Kemudian saya mengompres kulitnya yang memerah dengan air es, supaya dingin. Setelah dikompres, kulit yang memerah alhamdulillah langsung berkurang.

setelah dikompres, merah-merahnya berkurang


Waktu kami cari info di imternet, banyak yang menyarankan pakai lidah buaya untuk luka bakar. Karena kami tidak punya tanaman itu, langsung ke alternatif berikutnya, yaitu dengan dioles Bioplacenton. Beli di apotek seharga 13 ribu, langsung kami oles ke lukanya. Hari ini alhamdulillah lukanya sudah sembuh. Warna merah di kulitnya sudah normal kembali.

Jumat, 21 Juni 2013

Onde-onde kukus Bo Liem Mojokerto

Masih berhubungan dengan tulisan saya sebelumnya, saya dan Papi mulai cari-cari info tentang oleh-oleh apa yang khas dari Mojokerto. Dan Papi ingat ada salah satu liputan di acara kuliner yang pernah membahas tentang Onde-onde Kukus Bo Liem khas Mojokerto. Katanya sih rasanya enak. Selain itu, teman kerja Papi juga pernah membawakan onde-onde kukus itu ke kantor, dan memang rasanya enak.

Mulailah kami searching-searching di internet untuk mendapatkan alamat Bo Liem ini. Hasilnya, kami menemukan beberapa alamat yang berbeda. Namun, banyak situs kuliner yang menyebutkan bahwa onde-onde Bo Liem hanya ada di satu tempat, yaitu di Jalan Niaga, dan tidak membuka cabang di tempat lain. Jadilah kami hanya fokus untuk mendatangi Bo Liem di Jalan Niaga, dan tidak memperhatikan Bo Liem di alamat yang lain.

Ketika kami sampai di sana, saya agak terkejut. Karena itu adalah pusatnya onde-onde di Mojokerto, saya pikir tokonya luas, dengan rak-rak besar berisi makanan khas dari berbagai daerah untuk oleh-oleh, dengan banyak pegawai yang sedang melayani pembeli yang ramai.

Ternyata di luar dugaan, tokonya kecil, jajanan di displaynya juga sedikit, hanya ada 2 pegawai yang jaga. Dan karena kami adalah satu-satunya pembeli waktu itu, jadi kami segera dilayani. Ketika kami memesan onde-onde kukus, mbaknya bilang tidak ada (bukan bilang "habis", tapi bilang "tidak ada"). Dan kata mbaknya juga, Bo Liem tidak membuka cabang di manapun. Ya sudah, akhirnya kami terpaksa beli onde-onde goreng. Untuk rasa, jujur saya tidak suka, bagian kulitnya terlalu kenyal, ngelawan waktu digigit. Bukannya bermaksud menjelek-jelekkan ya, tapi ini jujur menurut kami pribadi.

Nah, setelah beli itu, ceritanya kami beli minuman di Alfamart di dekat Jalan Niaga, lalu saya iseng-iseng tanya alamat Bo Liem kepada mbak kasirnya. Bukannya memberi tahu yang di Jalan Niaga, mbaknya malah memberi tahu alamat Bo Liem di tempat lain. Karena penasaran, akhirnya kami mendatangi Bo Liem kedua.

Di tempat kedua inilah wujud toko oleh-oleh yang kubayangkan. Tempatnya luas dan bagus. Banyak kue, gorengan dan jajanan lain yang menggiurkan di kaca display yang berjajar panjang di depan. Pegawainya juga banyak dan sedang melayani pembeli yang banyak juga.

Kami membeli onde-onde kukus di sana. Satu kotak isi 10 biji harganya Rp 16.000,-. Dan rasanya?
Enaaaaaaaaaakkk bangeeeeeeeeettt...

Kulitnya agak kenyal seperti mochi, tapi empuk dan tidak melawan saat digigit. Kacang hijau di dalamnya juga enak banget. Kalau onde-onde goreng biasanya selalu ada rongga di dalamnya, onde-onde kukus ini tidak. Antara kulit dan isinya padat, tidak ada rongga. Wijennya juga fresh dan sedikit "meletup-letup" ketika digigit. Pokoknya saya tidak bisa kalau hanya makan 1 biji di satu waktu, pasti kurang. Bahkan setelah makan malam, saya habiskan 5 biji sekaligus, hahahahaha...

bungkus onde-onde kukus Bo Liem..

rasanya mantab !!!!

Bo Liem di Jalan Residen Pamuji ini (depan Pasar Tanjung Mojokerto) buka mulai pukul 7 pagi. Dan onde-onde kukusnya hanya bisa bertahan selama 1 hari saja. Itu artinya, harus dihabiskan hari itu juga, karena keesokan harinya sudah tidak bisa dimakan.

Selain onde-onde kukus, saya juga membeli martabak mini, terang bulan mini, dan lumpia basah. Rasanya semua enak. Harganya berkisar antara Rp 2.000,- hingga Rp 2.500,-. Saya tidak tahu harga jajanan yang lain, karena tidak tertulis harga masing-masingnya berapa.

struk pembelian di Bo Liem kedua..

rameeeeeeeeeeee...


Yang masih menjadi misteri bagi saya adalah, bagaimana bisa ada dua toko dengan nama yang sama padahal bukan cabang?
Bo Liem mana yang lebih dulu ada?

UPDATE :
Ternyata saya menemukan satu lagi toko dengan nama BO LIEM, tapi yang ini ada tulisan JR di belakangnya, juga ada tulisan YANIK. Saya tidak tahu Yanik itu siapa, mungkin nama pemiliknya. Lokasinya ada di Jalan Empu Nala. Sama seperti yang di Jalan Niaga, di Bo Liem Jr ini hanya menyediakan onde-onde goreng, tidak ada onde-onde kukusnya.


Yang membedakan tempat ini dari dua Bo Liem di atas adalah, kalau di sini goreng onde-ondenya dilakukan di sebuah wajan raksasa di depan toko. Jadi para pembeli juga bisa melihat langsung proses memasaknya.

Kemarin kami membeli sekotak onde-onde goreng campur. Isinya ada 10 biji dengan rasa original 5pcs, coklat 3pcs dan keju 2pcs. Harganya Rp 28.000,-. Sayangnya saya lupa menanyakan berapa harga yang original saja.
Untuk rasa, walaupun Papi menyukainya, tapi saya tidak. Kulit onde-ondenya memang empuk, tapi rasanya standart, tidak ada yang istimewa. Bahkan bagi saya yang pecinta keju, onde-onde rasa kejunya juga biasa saja, tidak membuat saya ingin makan lebih dari satu biji.


struk pembelian di Yanik Bo Liem Jr

wajan raksasa sedang menggoreng onde-onde

Kamis, 06 Juni 2013

Mencari kontrakan di Mojokerto


Hari Kamis, tanggal 30 Juni lalu, keluar keputusan mutasi untuk para fungsional pemeriksa pajak. Dan Si Papi kebagian dimutasi ke Mojokerto. Alhamdulillah,  menjadi lebih dekat ke Kediri, hanya sekitar 1,5 jam perjalanan.

Nah, hari Kamis kemarin, karena kebetulan sedang tanggal merah, kami pergi ke Mojokerto dengan 2 tujuan.
Pertama, ingin melihat posisi dan kondisi sekitar kantor baru.
Kedua, untuk mencari rumah yang dikontrakkan di dekat kantor yang ada di daerah Sooko.

Beberapa hari sebelumnya, kami sudah coba mencari iklan rumah dikontrakkan di internet. Dan memang seperti yang kami duga, hasilnya sangat sedikit sekali. Tapiiiiiii, ada sebuah rumah yang menarik perhatian kami.
Lokasinya di Perumahan Bumi Sooko Permai. Melihat nama perumahannya, semua pasti langsung menyimpulkan kalau lokasinya di daerah Sooko. Sip, berarti dekat dengan kantor.
Terus di keterangannya tertulis kamar ada 3 buah, dan tiap kamar ada ACnya. AC itu yang jadi pertimbangan besar kami memilih rumah itu. Soalnya pengalaman di rumah Pasuruan, kalau cuacanya sedang panas bisa panaaaaaaaas banget. Dan kalau beli dan pasang AC sendiri agak ribet, soalnya kan harus jebol tembok segala.
Dan karena di iklan itu hanya menampilkan foto rumah bagian luar saja, kami menelepon pemiliknya dan mengajak janjian untuk melihat bagian dalam rumah.

Jadilah hari Kamis itu kami ke Mojokerto. 3 hal yang bisa saya katakan tentang Gedung KPP Pratama Mojokerto yaitu besar, bagus dan warna-warni.
Awalnya saya kira kantornya terletak di daerah tengah kota yang suasananya ramai, jalan depan kantornya lebar dan tak pernah sepi kendaraan, ternyata tidak seperti itu. Suasana kanan kiri kantor penuh dengan perumahan warga. Banyak juga sawah dan lahan tak terpakai. Jalan depan kantor juga tidak selebar yang saya bayangkan. Tapi saya justru suka yang seperti itu, suasananya tenang dan tidak ribut.

Perumahan pertama yang kami lihat adalah Griya Japan Raya yang berada tepat di depan KPP. Perumahannya sangat lebar dan luas. Andaikan saya bisa memilih, saya ingin mendapat rumah kontrakan di sini saja. Selain dekat dengan kantor, luasnya perumahan bisa saya manfaatkan untuk bersepeda dengan Asha di pagi hari.

Sayangnya, setelah berkeliling lama, kami hanya menemukan 2 rumah yang bertuliskan DIKONTRAKKAN. Yang satu, rumahnya sangat kecil dan tidak ada penutup untuk mobil. Dan yang kedua, sangat cocok dengan keinginan kami, hanya saja nomor telepon yang tertulis tidak bisa dihubungi.

Karena hari sudah agak siang, kami memutuskan untuk makan siang mie ayam sekalian bertanya tentang lokasi Perum Bumi Sooko Permai yang sedang kami cari. Penjual mie ayamnya mengatakan bahwa tempatnya dekat, tinggal berjalan ke arah kanan, lokasinya tepat di depan SMA. Kami pun merasa tenang karena lokasinya ternyata seperti yang kami duga, dekat dengan KPP.

Setelah kami cari-cari, ternyata perumahan di depan SMA itu bernama Wisma Sooko Indah. Memang ada “Sooko”nya, tapi bukan itu yang kami cari. Agak kecewa, kami memutuskan meneruskan perjalanan sambil mencari-cari ke kanan kiri jalan sepanjang daerah Sooko. Ketika mencapai perempatan lampu merah, kami agak ragu,”ini harus jalan ke mana? Apakah jalan di depan itu masih daerah Sooko?”

Kami memutuskan berjalan lurus saja, dan ternyata jalan itu masih daerah Sooko. Kembali kami memantau kanan kiri jalan mencari perumahan Bumi Sooko Permai. Sayangnya, sampai keluar Sooko, kami tidak menemukannya. Itu memunculkan keraguan dalam diri saya.
Saya : jangan-jangan Perumahan Bumi Sooko Permai lokasinya tidak berada di Sooko?
Papi : namanya saja “Sooko”, ya pasti berada di Sooko dong..
Saya : ya mungkin saja kan, pendirinya iseng ngasih nama.

Akhirnya kami memutuskan bertanya pada tukang tambal ban. Kami diberitahu bahwa orang-orang biasanya menyebut Bumi Sooko Permai itu dengan BSP, lokasinya di perempatan lampu merah tadi belok kanan, nanti ada tulisan BSP yang besar.
Saya langsung ber”oooohh” panjang sambil manggut-manggut. Pantas saja kami tidak menemukannya, kami pikir perempatan belok ke kanan atau kiri itu sudah keluar Sooko.

Setelah kami belok kanan, kami fokus mencari tulisan BSP yang katanya besar tadi. Tapi sampai agak jauh, kami tidak juga menemukannya. Begitu kami melihat ada gerbang besar ke sebuah perumahan, kami langsung menepi dan melihat tulisan di papan namanya. Dan tertulis “Banjaragung Surya Permai”.



Saya langsung mikir ,”Banjaragung Surya Permai juga bisa disingkat BSP, jangan-jangan singkatan BSP yang disebut orang-orang itu sebenarnya adalah Banjaragung Surya Permai, dan tukang tambal ban tadi, yang hanya mendengar kata BSP-BSP, salah mengira bahwa Bumi Sooko Permai itulah BSP.”
Saya langsung lemas lagi. Ini sudah kedua kalinya kami bertanya ke penduduk sekitar, dan ternyata petunjuknya masih salah juga. Jangan-jangan benar kalo Bumi Sooko Permai tidak berlokasi di Sooko..

Papi memutuskan bertanya pada satpam di perumahan tadi. Dan satpamnya bilang bahwa Bumi Sooko Permai ada di belakang perumahan itu. Jadi kami tadi sebenarnya sudah melewatinya, hanya saja kami tidak tahu.
Setelah kami menyusuri lagi jalan yang kami lewati tadi, barulah kami ngeh bahwa di sana ada sebuah jalan menjorok ke dalam. Dan di dalamnya ada sebuah gapura bertuliskan Bumi Sooko Permai. Saya langsung lega luar biasa.
Ternyata memang perumahan itu berlokasi di Sooko, hahahahahaha..

akhirnya ketemuuuuuu...



Akhirnya kami menemukan rumah dalam iklan yang kami idam-idamkan itu. Penampakan dari luar meyakinkan. Tempat parkir mobil luas, jalan depan rumah cukup lebar, lingkungan rumah tidak terlalu ramai dan berisik. Kami semakin suka rumah itu.
Pertama kali kami masuk ke dalam rumah, saya suka. Walaupun dua kamar depan sangat sempit, itu tidak masalah, kami bisa menggunakannya sebagai gudang. Di samping kamar itu ada kamar mandi, yang ketika saya lihat, kondisinya cukup bersih. Lalu saya suka ruang keluarganya yang luar biasa luas, dengan sebuah lubang cahaya di atas sehingga ruangannya menjadi terang. Lalu kamar tidur utama juga sangat luas, dilengkapi lemari pakaian yang besar dan ada kamar mandi dalam. Walaupun ketika saya lihat WCnya seperti tidak bisa terpakai lagi, tapi kan masih ada kamar mandi satunya. Dan juga, ada tempat menjemur cucian di atap rumah. Jadi saya tidak perlu menjemur di depan rumah dan mengexpose pakaian dalam kami, hahahahaha..
Saya sangat suka rumah ini.

Tapi, setelah kami melihat lebih jeli, kami kecewa. Dapurnya sangat sempit, bahkan tidak ada tempat lagi untuk menaruh rak piring. Tempat jemurannya juga, tenyata, sangat sempit sekali. Andaikan saya harus menjemur cucian di situ, saya akan kebingungan menaruhnya di mana.
Dan di atas itu semua, yang paling membuat kami kecewa adalah suasana rumahnya sangat lembab. Tembok di sana sini penuh dengan bekas rembesan air dari atas, bahkan ada tembok yang masih basah, mengelupas dan berjamur. Bahkan lagi nih, di dalam kamar tidur utama ada genangan air yang belum kering. Itu pertanda bahwa gentengnya ada yang bocor.

Wah, daripada kami harus repot mengurus rumah yang akan selalu basah, lebih baik kami mencari kontrakan yang lain.

Dan seharian itu kami berkeliling ke banyak perumahan, tetapi belum ada hasil. Dan kami kembali merasakan betapa tidak gampangnya mencari rumah kontrakan. Seperti quotenya Papi ,
”Rumah yang dikontrakkan belum tentu sesuai dengan yang kita inginkan, dan rumah yang kita inginkan belum tentu dikontrakkan.”
 :)

Asha pake mukena ( lagi )




Minggu, 12 Mei 2013

Eco Green Park


Hari Sabtu kemarin, kami sekeluarga pergi berlibur ke Eco Green Park (EGP) di Batu. Waktu kami datang ke sana kemarin, suasananya tergolong sepi untuk ukuran weekend. Banyak moment di mana kami berada di suatu spot yang pengunjungnya hanya kami bertiga. Jadi berasa properti pribadi :)

Mungkin sepinya tempat ini dikarenakan tempatnya yang masih baru, jadi belum banyak masyarakat yang ngeh dengan tempat wisata ini. Dan juga lokasinya yang berada di samping Batu Secret Zoo (BSZ) yang lebih dulu populer, mungkin akan membuat beberapa orang lebih memilih masuk ke BSZ yang sudah jelas-jelas menarik, daripada berkunjung ke EGP yang belum ketahuan isinya seperti apa.

sepiiiiiiiiiiiiiii...


tapi malah asik buat foto-foto :)


Itu juga yang sempat dialami oleh Papi kemarin. Rencana awal memang kami ingin ke EGP. Tapi begitu sudah sampai di sana, Papi sempat ragu.
”enaknya ke Eco Green Park atau Secret Zoo?” tanyanya dengan suara penuh keraguan.

Tapi akhirnya kami tetap ke EGP seperti rencana awal. Harga tiket masuk untuk weekend Rp 45.000,- dan weekday Rp 30.000,- per orang. Menurut saya, Eco Green Park tidak kalah dengan BSZ. Tempatnya bersih, tempat sampah tersedia di mana-mana, semuanya tertata rapi. Isinya didominasi oleh burung, serangga, dan tanaman.

Tempat ini cocok untuk keluarga yang membawa anak kecil. Soalnya selain tempatnya yang bernuansa alam, banyak juga sarana edukasi yang tersedia di sini. Seperti pengolahan sampah, pengolahan susu, pembelajaran tumbuh-tumbuhan, sampai ilmu fisika juga ada. Sayang kemarin tempat simulasi gempa sedang direnovasi.

Patung binatang hasil daur ulang


main-main di Music Plaza




Di sini juga bebas berfoto dengan burung, dari burung nuri sampai burung elang. Bisa memberi makan burung, memberi makan ikan dan bebek (kalau yang ini harus beli makanannya seharga 3.000 rupiah).

memberi makan ikan koi 

kalo memberi makan burung gratis, tinggal bilang sama mas-mas penjaganya pengen ngasih makan burung, trus dikasih pisang deh..

ngobrol sama merak yang dibiarkan bebas 

foto sama burung



Yang paling saya suka di EGP adalah Bioskop 3D nya. Cerita yang diangkat tentang Hanoman. Para pengunjung diajak masuk ke sebuah ruangan berbentuk lingkaran, dilengkapi dengan semacam pagar besi melingkar untuk sandaran atau pegangan (karena pengunjung menonton sambil berdiri), dan atapnya melengkung berbentuk setengah bola.

Ketika pintu mulai ditutup dan suasana mulai gelap, ada 2 anak kecil yang menangis karena takut, sampai harus dibawa keluar oleh orang tuanya. Asha yang semula digendong Papi, ikut-ikutan merengek juga. Tapi setelah saya gendong, dia jadi tenang dan tidak takut lagi.

Sepanjang film diputar, tanah tempat pijakan kita ikut bergetar mengikuti alur cerita. Dan seluruh atap melengkung itulah layar bioskopnya. Jadi Hanomannya bisa muncul di mana saja. Kadang di depan kita, kadang di atas, kadang juga kita harus memutar karena dia ada di belakang kita. Jadi seolah-olah kita berada di dalam arena pertempuran antara Hanoman dan Rahwana.

Sangat seru pokoknya. Ditambah dengan bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa yang lucu, sayangnya kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut tokoh-tokohnya kurang keras, sehingga masih kalah dengan suara efek ledakan, musik dan narasinya.

Sayangnya lagi kemarin saya tidak sempat memotret, jadi saya copy fotonya dari web asli Eco Green Park di SINI.


Selasa, 30 April 2013

menirukan kata

Asha sudah doyan makan pedas lho..
Dulu, kalo dia secara tidak sengaja makan makanan yang pedas, dia akan menangis. Tapi sekarang, Asha hanya huh hah huh hah aja sambil melet-melet, dan dia tidak kapok walau tahu bahwa makanan itu pedas.

Update yang lain, beberapa hari ini Asha mulai mau menirukan kata-kata yang didengarnya. Kalau sebelum-sebelumnya sih ogah-ogahan, lebih suka main sendiri. Makanya perbendaharaan katanya masih sangat sedikit. Sekarang alhamdulillah sudah mulai banyak menirukan.

Contoh :
Terima kasih - aciihh..
Bobo - Bubu
Adik - Acik
Kakak - kaka ( atau lebih sering terdengar Gaga)
Ya ampun - appuu..

Selain itu, Asha juga sudah bisa main Angrybird di HP touchscreen Papinya. Kalau dulu, dia selalu menggunakan tangan kiri untuk memegang, dan tangan kanan untuk memencet-mencet layar HP. Makanya burungnya selalu terlempar ke belakang. Kalau sekarang, Asha sudah bisa mengoordinasikan kedua tangannya, jadi dia bisa melempar burungnya ke arah yang benar menggunakan jempol tangan kiri.

Dia juga sudah hafal mana icon untuk memainkan musik, mana untuk membuka gambar dan video, juga icon semua game dia hafal. Mana yang angrybird, mana yang Talking Tom Cat, mana yang bowling, dll.
Tapi jatah main HP nya sekarang mulai saya kurangi, juga TV. Saya ingin dia tetap aktif dan banyak bergerak.

Oya, sejak hari Senin kemarin (29 April 2013), Asha sudah tidak memakai pampers dari pagi sampai sore hari. Awalnya, saya ingin mengenalkan Asha dengan toilet training ketika umurnya 2 tahun. Tapi ya sudahlah, dimulai saja apa salahnya.

Dan sekarang saya punya permainan baru. Judulnya "mencari tempat ompolnya Asha". Kalau tiba-tiba saya cek celana Asha sudah basah, saya mulai keliling rumah, dari depan ke belakang untuk menemukan tadi dia pipis di mana. Kemarin sore, saya 2 kali tidak menemukannya, Entah dia pipis di mana.
Tiap jam atau 2 jam sekali, saya ajak Asha ke kamar mandi untuk pipis. Tapi belum sukses. Pipisnya tidak mau keluar. Tidak apa-apa, ini baru mulai, Harus bersabar :)

Ayo cari, Asha ada di mana?



Cheeseee..


Jalan-jalan di Kebun Raya Purwodadi



Kondangan di Krian 


Kamis, 21 Maret 2013

Asha sakit maraton

Awal mulanya yaitu tanggal 14 Maret kemarin. Pagi itu saya merasa badan Asha terasa hangat ketika saya pegang. Saya pikir karena saya barusan mandi, membuat badan saya lebih dingin dari Asha, jadi wajar kalau badan Asha terasa hangat. Tapi Papi juga merasakan hal yang sama. Ternyata memang badan Asha sedikit hangat.

Siang sampai malam badan Asha tetap hangat. Suhunya naik turun, kadang panas kadang hangat. Dugaan kami, ada semacam virus atau bakteri yang masuk ke tubuh Asha. Dan saat ini, para pasukan antibodinya sedang bertempur melawan mereka.

Tapi alhamdulillah, Asha sepertinya tidak terpengaruh sama sekali dengan suhu badannya yang tinggi. Dia tetap ceria seperti biasa, bahkan tergolong sangat lincah. Kalau ibarat perumpamaan, kaki Asha itu seperti berdiri di atas bara api. Bergerak terus dan tidak bisa diam.

Seharian ini pengobatan yang kami lakukan hanya memberi propolis dan madu. Selain itu, ketika tidur saya juga bisiki afirmasi positif dan juga doa-doa plus Sholawat.

Tanggal 15 Maret

kondisi Asha masih sama, suhu badan hangat/panas dan alhamdulillah masih tetap ceria dan lincah. Tapi ada satu kejadian.

Waktu Asha sedang tidur pada pukul 9.30 pagi, dia tiba-tiba tersedak, lalu semua nasi yang dia makan waktu sarapan tadi keluar semua. Padahal dia sedang tidur lelap lho, tidak sambil minum ASI juga. Kok bisa tiba-tiba tersedak ya?

Trus waktu tidur malam juga, sekitar pukul 7.30 malam terjadi lagi seperti itu (tersedak dan muntah). Untungnya kali ini hanya sedikit susu yang keluar. Lalu dia bangun, dan kembali tidur pukul 8.30 malam. Dan kembali dia tersedak lagi.
Astaghfirullohaladziiimm..
Saya sempat takut ketika menidurkan Asha lagi, takut tersedak dan muntah lagi. Kasian.

Tak lupa saya olesi minyak telon ke tubuh Asha, supaya agak hangat. Oya,sejak pagi tadi, setiap Asha tidur selalu mendengkur dengan suara keras, seperti ada sesuatu yang menutupi hidungnya. Dan Asha juga sesekali batuk kecil.

Tanggal 16 Maret

Alhamdulillah Asha bangun pagi dengan suhu badan normal, walaupun sesekali terdengar suara batuknya. Dan jam 10 pagi, ketika kami di dalam mobil, Asha sempat tersedak dan gumoh sedikit. Tersedak apa saya tidak tahu, padahal dia dalam kondisi bangun dan tidak sedang makan ataupun minum.

Tapi alhamdulillah suhu badan Asha tetap normal dari pagi hingga malam.

Tanggal 17 Maret

Asha bangun pagi dengan terbatuk-batuk. Oke, jadi sekarang Asha sakit batuk.
Kami tetap memberikan madu dan propolis sebagai obatnya. Sampai malam hari, Asha beberapa kali batuk-batuk sampai gumoh.

Tanggal 18 Maret

Asha masih batuk, PLUS ditambah pilek. Malam harinya, Asha sempat rewel karena hidungnya mampet. Dia tidak bisa minum ASI dengan tenang karena dia harus membuka mulutnya untuk bernafas.

Kami mencoba menguapi ruangan dengan air panas dan minyak kayu putih. Entahlah ngefek atau tidak, tapi Asha tetap rewel. Beberapa kali dalam malam itu dia bangun dan menangis karena tidak bisa bernafas ketika menyusu.

Oya, beberapa hari yang lalu Asha juga sempat pilek 2 hari, tapi alhamdulillah tidak sampai menyebabkan hidung mampet seperti ini. Ini yang pertama kali terjadi.

Tanggal 19 Maret

Sejak pagi hari ini, saya sudah tidak membersihkan ingus Asha, karena memang ingusnya tidak keluar. Tapi dia sempat gumoh 2 kali karena batuk, dan dalam jumlah yang banyak.
Itu benar-benar bikin sedih, karena makanan yang harusnya bisa diserap nutrisinya oleh badan Asha, jadi keluar semua.

Malam harinya walaupun sempat rewel sebentar karena hidungnya mampet, alhamdulillah Asha bisa tidur nyenyak sampai pagi. Kami tetap menguapi kamar dengan minyak kayu putih.

Tanggal 20 Maret

Asha masih batuk sesekali dan ingusnya tetap keluar. Setiap dia tidur, terdengar suara seperti ingus yang agak mengganggu pernafasan Asha. Saya mencoba mengajari Asha untuk menghembuskan nafas kuat-kuat supaya ingusnya bisa keluar, tapi belum berhasil :)

Tanggal 21 Maret

Pagi tadi agak terbatuk-batuk. Dan ingusnya mulai terlihat lebih menggumpal, bukan berupa ingus cair lagi.

Oya, kemarin sempat googling tentang pemberian habbattussauda untuk bayi. dan ternyata tidak apa-apa memberikannya. Ketika saya coba, Asha langsung gumoh. Mungkin karena dia belum mengenal rasanya. Kami coba berikan lagi, tapi kali ini dicampur dengan madu. Tapi masih tidak berhasil, Asha memuntahkannya. Mungkin lain kali akan kami coba dengan mencampurkannya dengan air.

Sampai tanggal 25 Maret Asha masih pilek, tapi alhadulillah tanggal 26 sudah sembuh. Tapi kadang2 masih terdengar suara batuknya yang berdahak. Semoga lekas sembuh ya Nak..


Senin, 18 Maret 2013

macam-macam

Wah, tidak terasa sudah hampir 1 bulan saya tidak update blog :)

Perkembangan Asha sampai sekarang adalah, dia selalu ingin makan sendiri. Setiap saya coba menyuapi dia, dia langsung menolak, dan meminta sendoknya. Asha suka makan sendiri menggunakan sendok. Walaupun hasilnya jauh lebih berantakan, tapi saya senang sekali melihatnya mandiri seperti ini.
Sekarang Asha juga lebih berhati-hati ketika menyuapkan sendok ke mulutnya, supaya makanan di sendok tidak tumpah.

Gigi Asha juga mulai tumbuh taring. Keempat taringnya tumbuh bersamaan. sekarang sih baru keliatan pucuknya saja.

Oya, sampai sekarang Asha belum dapat mengucapkan sata katapun dengan jelas. Masih berupa ocehan-ocehan saja. Tapi saya tidak khawatir. Saya terus berusaha mengajaknya ngobrol, supaya bisa cepat merangsang kemampuan bicaranya.

Selama ini, Asha tidak pernah mau berpisah dengan saya. Maksudnya, tidak mau saya tinggal kemana-mana, kecuali kalau dia bersama dengan orang-orang yang dekat dengannya, misalnya Papi dan Yangtinya. Tapi pagi tadi, ketika kami main ke rumah tetangga, namanya Mbak Sinta, dia mau tetap tinggal di sana tanpa saya. Padahal baru kali itu dia masuk ke rumah Mbak Sinta. Asha dan Mbak Sinta juga tidak bisa dibilang dekat, bertemu juga sangat jarang sekali. Aneh. Tapi saya senang. Itu suatu kemajuan.

Allahuakbar!!!

Siap-siap sujud..


Begini cara sujudnya Asha :)