Rabu, 17 Agustus 2016

Pacitan Day 3, Pantai Teleng Ria dan oleh-oleh

Hari terakhir ini diisi dengan santai-santai saja di hotel, sedangkan Asha dan Papi pergi berenang.

Kemarin sore, saya berkeliling hotel mencari kolam renangnya. Tapi ternyata tidak ada. Lalu berenangnya di mana ya?

Ternyata, menginap di sini berarti mendapat voucher masuk ke sebuah taman air di seberang hotel, tepatnya sebelah kanannya. Namanya Kampoeng Aer Waterpark.

Papi dan Asha pergi ke sana sekitar pukul 6.30 pagi. Suasanya masih sangat sepi. Mereka adalah satu-satunya pengunjung waktu itu. Bahkan ketika mereka masuk, mereka dicuekin sama pegawainya, tidak dimintai voucher, hahahahaha..

Setelah puas berenang, santai-santai sebentar sambil sarapan. Packing lalu pulang.

Sebelum pulang, kami masuk ke dalam kawasan Pantai Teleng Ria sebentar untuk melihat-lihat.




Di sini ada sedikit masalah. 

Karena tidak ada tanda dilarang masuk, dan di dalam pantai juga terlihat ada mobil pick up, akhirnya Papi juga memasukkan mobilnya ke dalam area pantai. Setelah melihat-lihat sebentar, waktunya pulang.

Mobil digas pelan, lho, kok ga mau maju? Digas agak kencang, tetap tidak mau maju. Ternyata ban mobilnya tenggelam ke dalam pasir. Semakin digas, semakin tenggelam. Kami para wanita, mencoba untuk mendorong, tapi bukannya maju, malah jadi semakin tenggelam. Untungnya di sana ada bapak-bapak yang mengumpulkan sampah di pantai. Kami meminta tolong pada mereka.

Awalnya agak sulit. Pasirnya digali, lalu berusaha ditaruh kayu di bawah ban. Tapi gagal. Sambil didorong-dorong, tetap gagal. Padahal itu ada 7 orang lho yang menolong. Sempat gelisah juga..

Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya mobil bisa melaju. Papi sudah diberi pengarahan untuk melajukan mobilnya ke arah pantai, memutar melalui pasir yang keras hingga keluar. Tapi dalam proses memutar itu, mobil sempat terjebak lagi sampai dua kali. Untungnya, karena ban mobil tidak tenggelam terlalu dalam, jadi cukup didorong saja sudah bisa jalan lagi. Terima kasih kepada bapak-bapak yang sudah membantu.

Tips kepada yang lain. Jangan sekali-kali membawa mobil masuk ke dalam kawasan pantai ya..

Setelah keluar dari pantai, kami berbelok ke jalan tepat di belakang Surfing Bay Cottage menuju toko oleh-oleh Pak Ran. Sesuai rekomendasi adik ipar, kami membeli oleh-oleh berupa berbagai olahan tuna di sana. Di kota Pacitan juga ada 3 cabang lain oleh-oleh tuna Pak Ran.




Produknya ada macam-macam. Ada tahu bakso tuna, otak-otak tuna dan udang, nugget tuna dan udang, kaki naga tuna, sosis tuna, bakso tuna, pangsit tuna, dll. Harganya rata-rata 6ribu sampai 7ribu per item. (Kalau di Mojokerto, 1 bungkus tahu bakso tuna dijual dengan harga 11ribu di tukang sayur langganan).

Selain frozen tuna, ada juga produk oleh-oleh lain seperti aneka kerupuk, ikan kering, sale, dll dengan harga terjangkau (antara 6ribu sampai 12ribu).
Di sana juga menjual kotak steyrofom dengan berbagai ukuran. Untuk ukuran paling kecil isi 10, harganya 25rb. Isi 20, harganya 28rb. Isi 30, harganya 30rb, dll




Perjalanan pulang, kami memutuskan mengambil jalur lain, yaitu ke arah Ponorogo. Dari hasil googling, saya menemukan bahwa jalur ini juga sama berkeloknya. Karena membayangkan saja sudah tidak tahan, akhirnya saya membeli obat anti mabuk, dan saya minum 2 butir sekaligus. Tidur deh sepanjang perjalanan.

Ketika bangun, waktu 2 jam sudah terlewati, dan kami sudah sampai di Ponorogo. Kata Papi, jalan berkeloknya hanya sebentar. Itupun tidak se-ekstrim jalur dari Trenggalek kemarin. Lain kali kalau mau ke Pacitan lagi, kami lebih memilih jalur ini. Walaupun akan memakan waktu 1 jam lebih lama, tapi jalanannya lebih enak.

Di Ponorogo, rasanya kurang afdol kalau tidak mampir di sate ayam legendaris Pak Tukri. Kami memesan 4 porsi lontong dengan masing-masing 5 tusuk sate ayam. Satenya besar-besar. Lontongnya kebanyakan kalau buat kami. Perut langsung kekenyangan. Harga 10 tusuk sate ayam sekarang dihargai 27ribu rupiah. 

Rasanya mantab, bumbunya meresap, saos kacangnya enak, sip lah pokoknya.



Kalo buat oleh-oleh, ditempatkan di besek seperti ini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar