Kamis, 14 Juli 2016

Happy Birthday Asha

Selamat ulang tahun ke 5 buat Asha..

Semoga tumbuh menjadi anak sholehah, menjadi kebanggaan keluarga, selalu sehat, selalu dilimpahi keselamatan di manapun berada, dan kebahagiaan dunia akhirat. Aamiin..


Jadi ceritanya..
Bulan Ramadhan kemarin adalah pertama kalinya saya mengajak Asha untuk belajar berpuasa. Detailnya sudah saya tulis di postingan sebelumnya.

Nah, di awal Ramadhan, Asha selalu bertanya ini puasa sampai berapa? Lalu saya bilang, puasa itu sampai 30 hari. Kalau Asha bisa berpuasa selama 30 hari, saya akan membelikan dia kue tart. Asha langsung semangat lagi.

Walaupun tanpa perayaan dan tanpa kado apapun, cukup dengan tiup lilin dan makan kue, Asha sudah seneng banget..

Sebenarnya, iming-iming kue tart itu saya sengaja, soalnya momentnya pas berdekatan dengan hari ulang tahunnya. Jadilah kami memesan cheese cake ini untuk ulang tahun Asha.

Kenapa cheese cake? Apakah Asha suka keju? Ya, Asha suka keju, tapi jauh lebih suka coklat. Cheese cake ini semata-mata untuk memenuhi keinginan Papi dan Maminya yang doyan banget sama keju, hehehehe..

Kak Asha tiup lilin

Jasmine juga mau tiup lilin. Dia beraksi meniup lilin dari berbagai sudut, tetap apinya tidak mau padam, sampe Kak Asha ikutan gemeeess..

Jasmine ga sabar makam kuenya, 
colek dikit ah..

Senin, 11 Juli 2016

Asha belajar puasa

Day 1
Jam 9 pagi makan karena terpengaruh Jasmine yang sedang makan.
Siang tidur dari jam 12 sampe jam 2.
Jam 3 sedikit merengek karena jasmine makan donat.
Jam 17.15, saya bilang ,"wah, sebentar lagi sudah adzan maghrib. Asha hebat bisa puasa lama."
Asha : boleh makan?
Saya : Iya dong, kalo adzan maghrib berarti sudah boleh makan dan minum.
Asha : yeeee...

Waktu perhatian saya teralihkan, tiba-tiba Asha ,"aahh.. enaknya.."
Saya : lho, Asha barusan minum ya?
Asha : iya
Saya : eh, kan belum adzan, hahahaha..

Day 2
Sejak pukul 10 pagi, Asha sudah merengek minta makan. Tapi berhasil saya ulur sampai jam 11 siang. Saat itu rengekannya sudah tidak tertahankan lagi, hahahaha.. Akhirnya Asha makan pukul 11.30. Setelah itu lanjut puasa lagi sampai adzan Maghrib

Day 5
Sejak pagi puasa, siang pukul 12 yang harusnya jadi jadwal makannya, Asha malah ketiduran sampai jam 14.30. Ketika bangun, dia langsung minta susu karena melihat Jasmine yang sedang minum susu. Puasa tidak lanjut.

Tgl 14 Juni
Setelah hari-hari sebelumnya Asha puasa sampe jam 12 siang saja, entah kenapa tiba-tiba hari ini dia bilang bahwa dia ingin puasa sampai adzan maghrib. Wah, surprise juga mendengarnya. Dan benar, dia kuat puasa sampai adzan maghrib. Walaupun melihat Jasmine makan dan minum pun Asha tidak terpengaruh.

Tgl 15 Juni
Hari ini, kembali Asha ingin puasa sampai jam 12 siang.

Saya tanya "kenapa hanya sampai jam 12 siang? Kan kemarin kuat sampai maghrib?"

Asha jawab "Asha lho maunya puasanya ganti-gantian. Sampai maghrib, trus jam 12, trus sampai maghrib lagi, gitu lho mi.."

Lalu saya bilang lagi "Oke, Asha boleh puasa sampai jam 12 siang, tapi ga dapat pahala dari Allah. Kalo Asha puasa sampai maghrib, baru dapat pahala dari Allah. Asha mau yang mana?"

Asha jawab "mau dapat pahala."

"Berarti harus puasa sampai maghrib ya.."

"Siap mi.."

Dan hari itu dia juga kuat puasa sampai maghrib. Alhamdulillah..

Tgl 16 Juni
Sayangnya, hari ini Asha sakit. Dia kena gondongan alias lehernya bengkak. Badannya juga agak demam. Akhirnya Asha absen dulu puasanya selama beberapa hari sampai sembuh.

Tgl 24 Juni
Hari ini alhamdulillah gondongan Asha sudah sembuh total, jadi bisa ikut puasa lagi. Sampe hari terakhir puasa, dia puasa hanya setengah hari. Yang susah, waktu acara pondok romadhon di sekolahnya. Teman-temannya sebagian besar tidak puasa. Jadi ketika mereka ada yang minum, Asha jadi tergoda.

Celoteh Asha tentang puasa :

- puasa hari ke 1, jam 7 pagi
"Mi, Asha gerah nih, pake kipas ya.."
"Iya."
"Habis pake kipas, Asha mau makan donat ya.."
"Lho, kan puasa, ga boleh makan dong.."
"Tapi lho Asha pengen.."
"Walaupun pengen harus ditahan."
"Tapi Asha pengeeeenn.."

- puasa hari ke 23
"Mi, kalo sakit boleh ga puasa ya?"
"Boleh."
"Aduh, tangan Asha gatel banget nih. Besok Asha ga puasa ya, gatel nih.."

- puasa hari ke 25
"Mi, kok puasa terus seh? puasanya kok luuuama seh?"

- puasa hari terakhir
"Mi, besok udah ga puasaaaa.. yeeeeeiiii..."

Jumat, 01 Juli 2016

Perkembangan mereka

Jasmine

- Jasmine sudah hafal beberapa nama hewan. Tapi yang paling banyak adalah dalam bahasa inggris. Misal ketika melihat gajah, dia akan teriak "ifen" , maksudnya elephant. Ketika melihat kuda dia bilang "hos". Ketika melihat kupu-kupu dia bilang "wiwifai". Atau cat, dog, duck. Kalau yang bahasa indonesia masih sedikit.

Kenapa begitu? Soalnya gurunya pakai bahasa inggris semua. Maksudnya guru adalah yang mengajari dia yaitu film kartun kesukaannya dari nick jr seperti Dora, Blaze, Bubble Guppies, dll, dan ada juga aplikasi game di hp. Semua pakai bahasa inggris. Tentu selalu saya jelaskan arti bahasa indonesianya, tapi yang menancap di kepalanya yang bahasa inggrisnya :)

- Dan karena tontonan kartunnya yang bahasa inggris itulah, Jasmine juga dikit-dikit pakai bahasa inggris dalam kesehariannya. Misal ketika mengajak saya kemana gitu, dia akan bilang "Mami, c'mon.."
Atau ketika ada sesuatu di TV dan dia ingin menunjukkan pada saya, dia akan bilang "Mami, look.."
Atau ketika berhitung, daripada satu dua tiga, dia lebih suka "wan, cu, cwi, fo, fav, sik, savon, eit, nain, teeeenn.."

- Setelah disapih, Jasmine punya kebiasaan tidur yang baru. Kalau sebelumnya dia tidur dengan menyusu, kali ini kalau dia tidur, harus dengan posisi menelungkup di atas badan saya. Jadi posisinya memeluk badan saya gitu, tapi sambil tidur. Kalau saya turunkan ke bantal langsung nangis. Awalnya saya turuti, karena kasihan. Tapi lama kelamaan kok badan Jasmine semakin berat. Akhirnya saya coba turunkan. Ketika dia menangis, saya coba pijit kakinya. Dia menurut. Sejak itu ketika dia tidur, harus sambil dipijit kakinya. Lalu berkembang lagi sambil diusap-usap perutnya, pokoknya adaaaa saja ritual tidurnya.

Saya pikir, ini tidak bisa begini terus. Jasmine harus bisa tidur tanpa ritual-ritual tertentu. Lalu saya coba tegas. Ketika suatu malam Jasmine mulai merengek minta diusap perutnya, saya tetap merem di sampingnya sambil bilang pelan "no Jasmine, bobo." Dia diam.
Lalu sebentar kemudian dia merengek lagi, saya bilang yang sama "no Jasmine, bobo." Dia diam lagi.
Yang ketiga begitu lagi. Saya tetap konsisten dengan jawaban yang sama. Dia diam. Tapi kali ini, dia sudah tidak merengek lagi dan langsung tidur sendiri.

Sudah beberapa hari ini Jasmine tidur tanpa ritual apapun. Ketika waktunya tidur ya langsung tidur. Lampu dimatikan, hanya pakai lampu tidur yang sangat redup, dia tidak pernah merengek lagi. Palingan merengekpun dia hanya minta minum (saya selalu sedia botol minum di tempat tidur), lalu tidur lagi. Alhamdulillah..

- Sampai saat ini, Jasmine sangat pemilih masalah makanan. Dia tidak mau makan nasi, tidak mau sayur, buah pun dia tidak suka. Yang dia suka adalah lauk-laukan berbau hewani begitu, misal telur, nugget, ayam, sosis, dsb. Dia juga suka mie.
Akhirnya, saya akali. Setiap saya bikinkan telur dadar, saya tambah nasi di dalamnya. Juga sayuran, seperti wortel atau kubis yang dicincang atau diserut. Alhamdulillah dia mau makan.

Update tanggal 16 Juli :
Sejak seminggu yang lalu, Jasmine sudah mau makan nasi. Sampai sekarangpun dia mau. Hanya saja, kadang nasinya harus yang berasa, misal dibikin nasi goreng, atau diaduk pakai kuah tumisan. Nasi putihan pakai lauk gitu dia masih belum mau. Tapi sudah Alhamdulillah banget sudah mau makan nasi..



Asha

- Dalam salah satu kartun di Nick Jr, ada satu kartun berjudul Max and Ruby. Kartun ini bercerita tentang kakak beradik, dimana Ruby sebagai kakak sering dipusingkan dengan ulah Max adiknya yang sangat kreatif. Asha selalu menyebut dirinya sebagai Ruby, dan Jasmine adalah Max.

Ketika Asha dibuat kesal oleh ulah Jasmine, saya selalu bilang "Asha harus baik sama Jasmine, ga boleh marah. Lihat itu, Ruby kan ga pernah marah sama Max. Asha juga harus sabar sama Jasmine ya.."
Langsung dijawab dengan anggukan "iya mi.."

- Ada yang lucu. Ketika si Papi dan saya iseng-iseng tanya pada Asha "Asha mau adik lagi nggak?"
Langsung dijawab tegas "nggak mau!!"
Kami tanya "Lho kenapa? Kan enak nanti adiknya ada dua."
Dia jawab "nggak mau."
"Berarti Asha ga mau adik Jasmine?"
"Mau. Jasmine saja"
"Kan enak nanti Jasminenya ada dua."
"Nggak mauuu.."

- Asha dan Jasmine sudah tidak terpisahkan. Walaupun kadang suka bertengkar, tapi tidak mau dipisahkan. Di rumah, mereka suka bermain peran. Kadang sebagai princess, mereka menari-nari, dengan selimut yang diikat di leher sebagai mantelnya. Kadang juga berperan sebagai Paw Patrol, Asha jadi Sky, Jasmine jadi Marshall, keduanya adalah anjing.

Mereka bergerak dengan merangkak, makan camilan langsung dengan mulut, dan Asha berteriak guk guk, sedangkan Jasmine bersuara meong meong.



- Alhamdulillah sekarang Asha masuk TK. B. Walaupun sebagian besar teman sekelasnya ganti, tapi dia tetap sekelas dengan bestfriendnya, Razqa.

- Cara makan Asha sama dengan saya. Yang bagian favorit dimakan paling akhir, hahahaha..
Lihat, nasi dan putih telurnya habis duluan, tinggal 2 kuning telur utuh dimakan belakangan :)


Rabu, 29 Juni 2016

Tutorial bergo semi instan

Jadi ceritanya, tanggal 4 Juni yang lalu si Papi akhirnya membelikan saya sebuah mesin jahit portable merek Janome 1008. Untuk yang penasaran harganya, saya belinya di Tokopedia. Di sana harganya bervariasi, tapi rata-rata berada di kisaran 1,8jutaan. Alhamdulillah, kami nemu satu penjual yang menjual dengan harga 1,5juta, lokasinya ada di Surabaya pula, jadi ongkirnya jauuuh lebih murah. Buat yang sedang cari-cari, silakan cek di toped, penjualnya bernama UD. New Patinda.


Setelah dapat mesin jahit baru, otomatis semangat menjahit jadi membara. Sekarang, saya ingin membagi tutorial menjahit bergo semi instan. Pas banget ya momennya, bergo barunya bisa dipakai buat lebaran, hehehe..



Pertama, saya atur dulu mesin jahitnya. Ketegangan benang selalu fix di angka 3, tidak pernah saya ganti-ganti. Kalau di angka 2 terlalu kuat, di angka 4 terlalu kendor.

Untuk jahit lurus, saya atur jarak jahitan di angka 3. Untuk jahit kelim, saya pakai zig zag dengan jarak jahitan di angka 1.



Oke, berikutnya. Siapkan pola bergo berbentuk seperempat lingkaran seperti ini (tidak perlu terlalu kaku ya garis-garisnya, agak mletot-mletot dikit gak papa lah). Panjang sisi-sisinya masing-masing 75cm dan 85cm untuk yang menutup sampai perut (silakan disesuaikan sendiri ya, asalkan salah satu sisinya dilebihkan 10cm supaya bagian depan dan belakang tidak njomplang ketika dipakai).


Berikutnya, siapkan kain dengan ukuran 100cm x 150cm. Lipat menjadi 2, sehingga ukurannya menjadi 100cm x 75cm. Pilih kain yang bahannya dingin dan jatuh ya, supaya nyaman dipakai. Saya menggunakan kain wolvis.



Tempel kertas pola di atas kain yang dilipat tadi. Luruskan masing-masing tepian kain, lalu pasang jarum pentul di sepanjang sisi yang melengkung. Gunting sesuai pola. Hasilnya adalah kain setengah lingkaran.




Siapkan pola pet berbentuk seperti ini. Tempel pola pada busa, lalu gambar dengan spidol, dan gunting.



Tutup busa pet dengan sisa kain yang ada. Tarik-tarik kain di sekeliling busa sehingga kain terlihat menempel sempurna pada busa (antara busa dan kain jangan sampai longgar ya), lalu pasang jarum pentul supaya kain tidak bergeser.



Buat beberapa jahitan mendatar mulai dari tepi bagian yang lurus, lalu mundur sedikit demi sedikit dengan jarak antar jahitan sekitar 1cm. Setelah itu, gunting kain sesuai bentuk busa.





Lipat pet menjadi 2, lalu beri sedikit tanda pada bagian tengah yang melengkung. Beri tanda juga pada bagian tengah kain bergonya. Luruskan kedua tanda di kain dan pet, lalu jahit. Jahitnya mulai dari tengah dulu ke kanan, lalu mulai dari tengah lagi ke kiri, atau sebaliknya.



Next, ubah pola jahitan menjadi zig zag dengan jarak jahitan 1 untuk merapikan bagian tepi kain. Bahkan setelah bagian pet habis, jahit terus sampai bawah ya. Setelah itu gunting dan rapikan serabut kain di sekitar jahitannya, hati-hati ya jangan sampai menggunting benangnya.



 
 Coba bergo yang setengah jadi ini, lalu sesuaikan dengan ukuran wajah masing-masing dan beri tanda pada kain di bawah dagu. Balik bergo, luruskan bagian ujung petnya, lalu jahit bagian yang sudah ditandai tadi dengan jarak setengah centi dari tepi. Jahit ke bawah sekitar 15cm. Jahit maju mundur di ujung-ujung jahitannya supaya tidak lepas / mbrudul.


Terakhir, jahit zig zag bagian tepinya. Lipat sedikit kainnya ke bagian dalam.


Dan selesaaaii..



Bergo warna lain :




Buat yang merasa ribet menjahit sendiri, bisa cek IG saya @leanna.clothing atau belanja di Tokopedia dengan search nama toko Leanna Clothing








Kamis, 02 Juni 2016

Candi Tikus dan Gapura Bajang Ratu

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar di Indonesia pada jaman dulu. Dan sekarang, sisa-sisa kebesaran kerajaan ini dapat ditemui di beberapa tempat di Kabupaten Mojokerto, tepatnya di daerah Trowulan.

Minggu kemarin, kami main-main ke salah dua candi di sana, yaitu Gapura Bajang Ratu dan Candi Tikus. Memang kedua candi ini termasuk candi kecil, bukan berupa candi yang besar dan megah seperti Borobudur dan Prambanan. Untuk masuk ke area kedua candi ini cukup mengisi buku tamu, tanpa membayar apapun. (Dulu kami pernah ke Candi Brahu di Trowulan juga. Di sana diminta membayar uang masuk, tapi seikhlasnya).


Pertama, Gapura Bajang Ratu.

Candi ini terletak di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Nama Bajang Ratu mungkin berhubungan dengan Raja Jayanegara. Bajang artinya kecil. Menurut cerita, Jayanegara dinobatkan sebagai raja ketika dia masih bajang atau masih kecil, sehingga julukan Ratu Bajang atau Bajang Ratu melekat padanya.


Dilihat dari bentuknya, Gapura Bajang Ratu merupakan bangunan pintu gerbang tipe paduraksa, yaitu gapura yang memiliki atap. Menurut para ahli, bangunan ini diduga menjadi pintu gerbang menuju sebuah bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara pada tahun 1328 M (yang dalam Negarakertagama disebutkan kembali ke dunia Wisnu).

Candi ini dikelilingi oleh taman-taman yang terawat cantik. Kami tiba di Gapura Bajang Ratu sekitar pukul 6.30 pagi. Waktu itu, kami adalah pengunjung pertama, bahkan masih ada pegawai yang sedang merapikan taman.






Next, kami lanjut ke Candi Tikus. Lokasinya sangat dekat dengan Gapura Bajang Ratu, hanya beda dusun saja. Candi ini terletak di Dusun Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Disebut Candi Tikus karena pada saat dilakukan penggalian pada tahun 1914, banyak ditemukan sarang tikus di sana.


Untuk fungsi dari candi ini tidak diketahui secara pasti. Namun menurut para ahli, karena susunan bangunannya mirip dengan Gunung Mahameru di India, konsep pembangunan candi ini pun tidak lepas dari kesucian Gunung Mahameru, dan berfungsi sebagai petirtaan suci, artinya air dari tempat tersebut dianggap sebagai air suci.

Berbeda dengan candi-candi lain, Candi Tikus ini terletak sedikit ke bawah tanah. Jadi, jika dilihat dari jalan, candi ini tidak akan terlihat. Saya sempat celingukan mencari dimana candinya, hahahaha...



Kami tiba di sana sekitar pukul 7.30 pagi. Sama seperti di Gapura Bajang Ratu, kami juga pengunjung pertama. Candi ini dikelilingi taman-taman juga. Model tamannya juga serupa dengan di Bajang Ratu. Untungnya, kami datang datang tepat waktu, jadi kami bisa bebas foto-foto tanpa gangguan. Karena ketika kami pulang pada pukul 8, ada rombongan dari sebuah sekolah TK sedang berkunjung ke sana.



Rabu, 01 Juni 2016

Alun-alun dan pecel Mojokerto

Sebenarnya kejadian di foto ini sudah agak lama ya, sekitar pertengahan bulan Mei kemarin. Alun-alun Mojokerto menjadi salah satu alternatif tujuan wisata bagi warganya setiap hari Minggu pagi. Di sana banyak orang berolahraga, banyak penjual makanan, banyak penjaja mainan anak-anak, bahkan ada penyedia dokar/delman untuk berputar-putar keliling alun-alun.

Dulu, waktu awal-awal saya pindah ke Mojokerto, alun-alun di kota ini sangat tidak menarik kalau menurut saya. Bagaimana tidak? Lha wong satu tanaman saja tidak ada. Hanya ada hamparan lahan kosong yang luas. Tandus sekali.


Kemudian, setahap demi setahap pemerintah kota Mojokerto mulai membenahi pusat kotanya itu. Mulai dari dipasang lampu-lampu hias. Lalu sekarang ditanami juga tanaman hias yang cantik-cantik. Ada juga satu spot dengan tulisan "Area Potret" yang jadi salah satu spot berfoto di sana.


Alun-alun Mojokerto kini, sangat jauh bedanya dari ketika saya datang dulu. Nice..

Pulangnya, tidak lupa saya mampir di warung pecel favorit kami. Kalau sedang jalan-jalan ke Mojokerto, sempatkan mampir di warung pecel ini. Namanya, Warung pecel madiun dan sambal tumpang Hj. Sarkiyah di Jalan Pahlawan No. 01.

Di sini menyediakan nasi pecel, tumpang, rawon, soto daging, gado-gado, dan sayur-sayuran lain, dengan aneka pilihan lauk, ada ayam goreng dan bakar, aneka telur, ati ampela, ikan, perkedel, sate usus, sate telur puyuh, sate daging, dll. Sampai bingung milih lauknya.


Kali ini, kami hanya pesan nasi sambel tumpang dan rawon saja. Rawonnya enak. Sambel tumpangnya juga enak. Pas seperti rasa sambel tumpang khas Kediri. Well, di lidah saya semua sambel tumpang itu rasanya enak, hahahaha..


Satu porsi nasi sambel tumpang lauk ayam bakar, satu porsi nasi rawon lauk telur asin, 2 gelas es jeruk dan 1 botol minuman jeruk dibanderol dengan harga 60ribuan.