Sabtu, 10 Oktober 2015

Spiku Surabaya

Late post.
Mengawali cerita tentang spiku, mari cerita tentang hotel. Hotel Gunawangsa Manyar adalah pilihan kami selanjutnya. Hotelnya tingiiii sekali ya (untuk ukuran hotel yang pernah kami datangi), soalnya digabung dengan apartemen. Kamar hotelnya mulai lantai 16 sampai atas.


Kami pesan via Hotel Quickly (lagi). Hari Sabtu pagi saya menelepon hotel untuk konfirmasi dan bertanya apakah kami bisa mendapat kamar dengan twin bed. Untuk pemesanan online harusnya dapat kamar standar, dan kamar standar tidak ada twin bed. Tapi mbak resepsionisnya bilang bahwa ada free upgrade kamar jadi bussines class, dan bisa twin bed. Alhamdulillah.
lift nya ada 3, jadi walaupun gedungnya tinggi, nunggu lift nya tidak terlalu lama

Ada beberapa kelemahan hotel ini yang masih saya ingat :

- kamar mandinya keciiiiill sekali. Isinya hanya toilet, yang di atasnya ada kotak pemanas air, dan bersebelahan dengan shower. Di seberang shower ada tempat menjemur handuk. Wastafelnya ada di luar kamar mandi.

- di lantai kamar mandi ada bagian lantai yang cekung, jadi selalu ada air yang menggenang.

- ayam goreng waktu sarapan overcooked. Jadi dagingnya kering dan keras. Asha adalah penggemar ayam goreng. Di rumah, biasanya dia akan menghabiskan dulu ayam gorengnya, lalu minta ayam lagi. Tapi di sini, baru makan 1 potong kecil ayam saja, dia bilang sudah kenyang. Tidak mau makan ayam lagi.

Sudah, itu saja. Selebihnya sih oke.. Kamar luas, kolam tidak terlalu bau kaporit, ada mainan perosotan juga (Asha senang sekali main perosotan). Lokasi kamar saya bisa melihat kota surabaya dari lantai 21. Kalau malam kelihatan lampu kerlap-kerlip, bagus.

Waktu saya telepon ke hotel untuk konfirmasi pesanan, dan juga waktu cek in, saya mendapat informasi bahwa untuk anak usia 2 hingga 12 tahun, breakfastnya kena charge, sebesar Rp 50.000,00. Mahal ya.. Emang anak umur 2 atau 3 atau 4 tahun seperti Asha ini makannya seberapa banyak sih?? Sampai di charge segala.
Tapi ternyata, waktu kami cek out, tidak ada biaya tambahan yang dibebankan pada kami. Jadi breakfastnya Asha dianggap free.

Next, oleh-oleh.

Hari Sabtu malam kami searching-searching, enaknya beli apa ya buat oleh-oleh khas Surabaya? Lalu kami ingat tentang lapis surabaya. Pilihan kami jatuh pada Spikoe Resep Kuno di Jalan Rungkut Madya No.41.

Kami sampai di lokasi sekitar pukul setengah 1 siang. Saat itu masih ada lumayan banyak tumpukan spiku ready stok, tapi pilihan rasanya tinggal rasa kayu manis saja. Awalnya kami tenang karena stok masih banyak. Tapi di depan kami ada seorang ibu-ibu yang membeli berkarton-karton spiku. Satu karton bisa diisi beberapa box spiku. Oh my God, gimana kalau kehabisan???

Untungnya, tidak sampai kehabisan. Kami membeli 2 box spiku seharga @Rp 75.000,00.
Waktu kami pergi, tinggal tersisa 4 box ready stok.

Untuk rasanya..
Enaaaaakkk... Haduh, saya ketagihan..
penampakan
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar