Senin, 14 Januari 2013

kuda-kudaan

Hari Minggu kemarin Asha beli mainan baru. Berupa kuda-kudaan kecil dari karet yang bisa dinaiki, dan bisa mengeluarkan suara jika dipencet tombolnya. Harganya 120ribu, warna merah.

Sebenarnya kemarin ada beberapa pilihan bentuk. Kuda berwarna merah, sapi berwarna biru (dan bisa mengeluarkan suara sapi tentunya) dan satu lagi saya lupa bentuknya apa. Kenapa saya lupa? Karena perhatian saya teralihkan oleh suara yang dikeluarkannya. Alih-alih mengeluarkan suara binatang, yang satu itu justru mengeluarkan suara lagu. Makanya langsung saya coret dari daftar pilih, tanpa saya lihat bentuk dan warnanya :)

Biasanya, jika dia dibelikan mainan baru yang ukurannya besar dan atau berbentuk boneka (misal sepeda roda tiga yang ada bonekanya di depan, atau boneka Shaun the Sheepnya dulu), Asha tidak langsung mau memegangnya. Dia akan mempelajari dulu aman tidaknya mainan itu :)
Tapi tidak dengan kuda-kudaannya ini. Asha langung suka, dan langsung mau menaikinya sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya seperti orang berkuda sungguhan.




Oya, hari ini Asha genap berusia 1,5 tahun. Berat badannya cenderung stabil sejak beberapa bulan ini, yaitu berada di kisaran 9,5 sampai 10 kg. Saya sih tidak khawatir tentang berat badan Asha yang tidak bertambah, karena saya lihat Asha tetap aktif, ceria dan sehat. Tubuhnya bertambah tinggi, dan dengan berat badan yang tetap sama, tentu saja membuat Asha terlihat semakin langsing dari sebelumnya. hahahahaha..

Gigi geraham Asha sudah tumbuh 4 buah, tinggal gigi taring yang belum. Waktu gigi gerahamnya mau tumbuh kemarin, Asha sempat rewel 2 atau 3 hari. Awalnya, saya dan Papi sampai kebingungan kenapa Asha begitu rewel, tidak tahu apa yang diinginkan atau dirasakannya. Ternyata tumbuh gigi.
Dan sekarang ketika giginya sudah muncul, walaupun belum sempurna, Asha suda ceria lagi. Tapi, dia sekarang jadi lebih sering menggigiti jari-jarinya. Kenapa ya? Apa karena giginya gatal atau bagaimana? Saya tidak tahu



Ga bisa gerak karena terlilit handuk :)


Kamis, 03 Januari 2013

ke pantai

Tanggal 23 Desember 2012 kemarin, untuk pertama kalinya Asha ke pantai. Kami jalan-jalan ke pantai Karanggongso, atau yang lebih dikenal dengan Pasir Putih di Trenggalek.

Karena waktunya pas liburan Natal,jadi bisa dibayangkan bagaimana ramainya pantai itu. Jadi kami sengaja berangkat pagi agar jalanan belum ramai.
Kami berangkat pukul 7.30, dan sampai sana pukul 10.00.  Dan suasananya sudah sangat ramai, kami bahkan hampir tidak dapat tempat parkir di dekat pantai.

Waktu pertama kali menginjak pasir yang halus, Asha masih penyesuaian, Dia tidak mau dilepas sendiri, maunya digandeng terus.
Tapi begitu sudah mau pulang, malah dia tidak mau. Maunya main ke pantai terus :)










Rabu, 19 Desember 2012

Gigi Geraham

Hari ini, ketika saya sedang bermain dengan Asha, saya melihat ada sesuatu berwarna putih di gusinya. Saya berpikir, "gigi kah?"

Tapi karena Asha tidak memperbolehkan siapapun menyentuh giginya, jadi terpaksa saya tunggu sampai dia tidur untuk memastikannya. Setelah dia tidur, dan saya berhasil membuka mulutnya, saya lihat ada sebuah gigi geraham di gusi Asha sebelah kiri atas.
Saya sedikit heran, gigi taringnya belum tumbuh, tapi gerahamnya sudah tumbuh duluan. Jadi antara gigi seri dan geraham ada jaraknya, mirip seperti orang ompong :)

Saya agak heran juga. Awalnya saya pikir gigi pada bayi itu akan tumbuh secara berurutan, dari depan lalu ke belakang. Soalnya sepupu Asha, yang umurnya hanya beda 1,5 bulan, giginya tumbuh secara urut dari depan ke belakang. Tapi gigi Asha meloncat tumbuhnya.

Bukannya saya bermaksud membandingkan pertumbuhan Asha dengan bayi lain, sama sekali bukan. Hanya saja awalnya saya pikir seperti itu untuk semua bayi (gigi tumbuh berurutan dari depan ke belakang). Ternyata masalah tumbuhnya gigi pun setiap bayi punya "caranya" masing-masing ya..

Senin, 03 Desember 2012

Pertama bab di tempatnya

Saya sudah membelikan Asha sebuah kursi untuk toilet training sejak beberapa bulan yang lalu. Tapi sampai sekarang belum terpakai, karena memang belum ada niat untuk mengajari Asha tentang toilet training sekarang, Niatnya sih nanti ketika umurnya 2 tahun, ketika dia sudah mengerti apa yang saya katakan.

Setiap dia pup, ekspresi wajahnya berubah, khas, sambil ngeden, lucu sekali. Nah, kemarin malam, Asha menunjukkan tanda-tanda ngeden. Papi langsung nyaranin, "coba didudukin di kursi toiletnya yuk.."
Oke, akhirnya kami coba.
Walaupun di pampersnya udah ada seonggok pupnya, tapi masih sedikit. Perkiraan kami, masih ada yang akan dikeluarkannya.

Awal saya dudukan, dia mau duduk diam. Tapi ya cuma duduk aja, tidak ada tanda-tanda ngeden. Dia belum mengerti tujuan saya dudukkan di situ untuk apa. Saya coba menjelaskannya dengan isyarat dan ekspresi muka, saya tirukan cara mengejannya. Sekitar 2 menit kemudian, dia bangun, ga mau duduk lagi. Beberapa kali saya coba dudukkan di kursinya, dia menolak, lalu jongkok di lantai.
Akhirnya saya ajak dia naik ke kursi itu, dan saya suruh jongkok. Dia mau.
Awalnya masih penyesuaian dulu, trus semenit kemudian terlihatlah ekspresi ngedennya.
Dan berhasil!!!!
Asha pup untuk pertama kalinya di kursi toilet training. Senangnya..


Kamis, 29 November 2012

Sepeda baru dan hujan

Akhirnya Asha punya sepeda.

Harga sepedanya murah, hanya 265ribu, 25ribu lebih murah dibandingkan dengan sepeda yang ada payungnya. Kami sengaja beli sepeda tanpa payung karena menurut kami, payung itu tidak berguna. Kalau memang gunanya supaya Asha tidak kepanasan, toh kami tidak akan mengajak Asha jalan-jalan dengan sepeda di siang hari. Palingan jalan-jalannya pagi atau sore hari ketika udara tidak terlalu panas.

Warnanya campuran ungu muda dan pink, di bagian depan ada boneka yang membawa gitar, dan akan bergerak-gerak ketika lagunya dinyalakan, seperti gerakan orang bermain gitar. Awalnya Asha agak takut melihatnya, tapi setelah terbiasa, malah dia tidak mau berhenti, dan terus-terusan memainkan lagunya. Sampai-sampai hanya dalam waktu 2 hari, baterai bawaan dari tokonya langsung habis. hihihi..



Oya, tanggal 24 Nopember kemarin adalah hari di mana Asha main hujan-hujanan untuk pertama kalinya. Ekspresinya biasa saja. Tidak ada bedanya mau itu hujan atau tidak. Sama cerianya. Sayangnya kamera saya sedang dipinjam kakak, dan kamera Papinya Asha ketinggalan di Kediri. Sedangkan HP tidak ada memori cardnya, jadinya tidak bisa memotret ataupun merekamnya.

Topik lain, sejak Asha umur 1 tahun, dia mulai susah makan. Dikasih apa-apa, hanya sedikit yang dimakan. Nah, sejak rutin saya kasih madu, Alhamdulillah nafsu makannya meningkat. Dia jadi lebih lahap.

Sebenarnya awalnya bukan saya sengaja mau merutinkan madu supaya makannya lahap. Semua bermula ketika tenggorokan saya terasa sakit untuk menelan, tanda-tanda flu. Akhirnya saya rutinkan minum madu yang dicampur dengan air hangat supaya tiidak semakin parah dan segera sembuh. Melihat saya memegang gelas berisi air, Asha selalu minta. Ya sudah, akhirnya Asha selalu saya kasih minum madu juga. Ternyata dampaknya memang sangat positif terhadap nafsu makannya.

Kamis, 11 Oktober 2012

Asha main lipstik

Seperti kata pepatah..
Bermain air, basah..
Bermain api, hangus..
Bermain lipstik ?

Tentu saja, BELEPOTAN..

Ini lipstik yang jadi korban Asha..

Langsung kosong isinya :)






Dan inilah penampakan Asha setelah memporakporandakan lipstiknya.
JENG..JEEEENGG...

Joker cantik dan kiyut










Kaos dalamnya juga ga luput dari belepotan lipstik..





Tangannya juga kotor..





Seprei di dalam kamar yang ikut belepotan lipstik


Kamis, 04 Oktober 2012

Ga ada judul

Beberapa hari yang lalu tangan Asha digigit hamster. Ceritanya tetangga kami ada yang punya hamster. Awalnya dipegang Asha, hamster itu diam saja. Tapi setelah beberapa lama, tangan Asha digigit. Mungkin hamsternya merasa risih dipegang-pegang terus. Yang bikin heran, lukanya tuh berupa sayatan mirip luka teriris pisau gitu. Lumayan dalam juga lukanya (sayangnya kemarin lupa memfoto) Asha juga langsung menangis setelah digigit, tapi cuma sebentar, lalu biasa lagi.
Oya, gigi Asha akhirnya tambah 1 lagi. Setelah kemarin selama beberapa bulan hanya bertahan di jumlah 6 buah, sekarang jadi 7 buah. Alhamdulillah..
Semakin besar, semakin lincah, semakin bikin rumah berantakan :)
penampakan rumah berantakan..


 penampakan rumah berantakan beserta pelakunya..
 

Rabu, 26 September 2012

Odong-odong

Selama ini, setiap kami keluar jalan-jalan ke mall bersama Asha, kami belum pernah menaikkan Asha ke satu mainanpun di wahana bermain. Soalnya, setiap kami mencoba menaikkannya (misalnya di mainan mobil-mobilan yang bisa goyang), Asha pasti berontak dan menangis. Entah karena takut, atau karena dia lagi badmood dan capek.

Kemarin waktu kami belanja di Giant Sidoarjo, kami melihat ada mainan mobil-mobilan kecil yang dipajang. Iseng-iseng kami coba menaikkan Asha di atasnya. Ternyata Asha sangat menyukainya. Dia tertawa-tawa dan terlihat sangat senang. Waktu diturunkan dari mainan itupun Asha berontak dan berteriak tidak mau.



Makanya, waktu kami jalan-jalan ke GOR Pasuruan hari Minggu kemarin, kami ingin mencoba menaikkan Asha di odong-odong. Mau ga ya?

Awalnya pas mau naik, dia tidak mau, merengek-rengek tidak mau melepas tangan Papinya. Tapi begitu sudah naik, dia diam saja.

Ya..
Diam saja..
Tidak senang, tidak nangis juga. Diam saja.
Wajahnya terlihat serius dan agak tegang, tidak ada ceria-cerianya sama sekali.
Hahahahahahaha..

Inilah wajah-wajah tegang Asha..




Rabu, 19 September 2012

Kepedasan

Kemarin ada kejadian lucu yang menimpa Asha. Pas lagi enak-enaknya di kamar, tiba2 saya dengar teriakan Asha dari ruang tamu. Waktu saya ke sana, Asha berlari ke arah saya sambil memegang mulutnya. Secara refleks, saya langsung melihat sekeliling mencari penyebab nangisnya Asha. Dan di sana, di samping pintu depan tergeletaklah sebiji cabe dengan kondisi mengenaskan hampir putus jadi dua.

Langsung sadarlah saya bahwa Asha sedang kepedasan. Asha pasti mengambil cabe dari piring bekas gorengan yang saya sajikan untuk Pak Tukang yang sedang benerin rumah, lalu menggigitnya sampai hampir putus. Tadinya piring itu dibawa oleh pak tukang ke samping rumah, dan saya tidak tahu kalau piring itu sudah dikembalikan di depan pintu.

Penampakan biji cabe naas


Langsung saya kasih jus semangka kesukaannya, awalnya dia mau minum, tapi cuma beberapa teguk sudah tidak mau sambil teriak-teriak kepedasan lagi. Tapi alhamdulillah, sebentar kemudian Asha sudah bisa senyum-senyum lagi.

Sebelum ini Asha juga pernah secara tidak sengaja makan sambal. Waktu itu kami sedang makan di Rumah Makan Bumbu Desa Kediri. Untuk meredakan rewelan Asha, Papi bermaksud memberinya sebuah sendok untuk dipegang Asha. Yang Papi tidak tahu adalah, sendok itu bekas menyendok sambal. Alhasil Asha langsung menangis karena kepedasan.
Hahahahahaha... Maafkan kami ya Asha...


Selasa, 18 September 2012

Flashback kelahiran Asha


Postingan kali ini, saya ingin sedikit flashback detik-detik ketika saya melahirkan Asha.
Waktu itu hari Rabu tanggal 13 Juli 2011 sekitar pukul 21.00, ketika saya sedang telpon-telponan sama Papinya Asha (karena waktu itu saya berada di Kediri dan papinya Asha kerja di Pasuruan). Di telpon itu Papi terus memantau bagaimana kontraksi yang saya rasakan. Sampai malam itu, saya baru mengalami kontraksi ringan saja 5 sampai 10 menit sekali, belum ada tanda-tanda mau melahirkan, padahal HPLnya ya hari itu.

Sambil bercanda saya bilang “ kalo sampe besok masih begini aja gimana? Besok pulang ya Pi..
Dan dijawab,” iya, pokoknya begitu keluar darahnya ya langsung pulang

Setelah telpon ditutup, saya pergi ke kamar mandi. Ketika saya lihat di CD sudah ada darahnya, saya sedikit kaget. Langsung teringat kata-kata dokter kandungan saya, kalau keluar darah berarti harus segera ke rumah sakit, sebentar lagi mau melahirkan.

Cepat-cepat saya telpon Papi lagi untuk mengabarkan hal ini.
Saya : Pi, sudah keluar darahnya..
Papi : Hah? Serius? (ga percaya, dikira saya sedang bercanda)
Saya : iya, serius..
Papi : Beneran? (masih ga percaya)
Saya : iyaaaaaaaaa…

RUANG BERSALIN

Sebenarnya saya sendiri juga kaget, baru saja bercanda2 di telpon, ehh.. keluar darahnya beneran. Langsung saya ke rumah sakit dengan Ibu Mertua dan Adik Ipar jam 22.00, dan langsung masuk ke ruang bersalin.

Oya, tentang ruang bersalin ini, sebelumnya saya tidak percaya ketika ada seorang teman yang bilang bahwa ketika kita melahirkan di rumah sakit itu, kita akan ditempatkan di suatu ruangan bersalin bersamaan dengan beberapa ibu hamil lainnya.
Waktu itu saya pikir “Hah??serius?? berarti kita bisa dengar jeritan ibu lain yang sedang melahirkan? ga mungkin dong.. kan kasian ibu-ibu yang baru pertama kali melahirkan, mereka pasti ketakutan..”

Ditambah lagi selama ini saya melihat di tipi-tipi bahwa ibu melahirkan di rumah sakit pasti di ruangan yang isinya hanya 1 orang, saya semakin tidak percaya dengan kata-kata teman saya itu.

Tapi ternyata teman saya itu benar. Waktu itu saya dibawa ke sebuah ruangan dengan 3 orang ibu hamil lainnya. Bahkan saya sempat mendengar suara 2 ibu lainnya yang melahirkan lebih dulu. Ketika mendengar suara tangisan bayi, hati saya terharu dan ikut gembira, ingin menangis rasanya, hehehe..

Seorang ibu muda di samping saya juga sama dengan saya, ini kehamilan pertamanya. Dia sudah masuk ke ruang bersalin lebih dulu dari saya. Tetapi sepanjang malam saya di sana, yang saya dengar adalah tangisannya. Dia terus mengeluhkan sakit di perutnya kepada suaminya. Sepertinya ada faktor ketakutan juga setelah mendengar ibu-ibu lain yang melahirkan duluan, bahkan setelah saya keluar dari ruangan itu, bukaannya belum komplit juga. Kasihan..
Oya, detail-detail waktu kontraksi sampai saya melahirkan sudah pernah saya posting DI SINI ^_^

DIGUNTING DAN DIJAHIT

Waktu saya masih kuliah dulu, ada teman saya yang sudah melahirkan. Dia melahirkan hanya berselang 1 bulan dari kakaknya. Bedanya, kalo dia melahirkan secara normal, sedangkan kakaknya cesar. Waktu itu saya masih sangat polos dan belum tahu bagaimana konsep melahirkan.

Si Kakak bilang ke saya begini
Kakak : Kasian tuh si A (maksudnya si Adik)
Saya : Kenapa Mbak?
K : ya sekarang dia selalu kesakitan tiap ke kamar mandi, gara2 luka jahitan bekas digunting itu.
Saya : Hah? Digunting? Apanya? (masih ga ngerti)
K : Ya digunting lubangnya lah, biar bayinya lebih gampang keluar.
Saya : Tapi dikasih obat bius kan?
K : ya enggak lah, langsung digunting gitu aja..
Saya : Hahhhh???? Digunting gitu aja??? Apa ga sakit?
K : Tenang aja, kata si A walaupun digunting tapi ga kerasa kok, soalnya rasanya masih kalah sama rasa sakitnya melahirkan.

Dan ternyata memang iya.
Waktu melahirkan Asha, si Papi menemani di samping saya sambil menggenggam tangan saya. Jadi dia bisa melihat seluruh proses kelahirannya. Nah, Papi lah yang memberi tahu saya bahwa tadi saya juga digunting. Saya sendiri malah tidak terasa apa-apa.

Setelah Asha lahir, barulah proses menjahit kembali sobekan bekas digunting tadi. Sempat deg2an, karena ada salah satu teman yang cerita bahwa saat dia dijahit, dia bahkan sampai menggigit kain supaya tidak teriak saking sakitnya. Setelah dibius, mulailah proses dijahit. Memang masih terasa sedikit sakit, tapi bisa saya tahan dengan memikirkan hal yang indah-indah, dan juga berdzikir.

Tahap berikutnya yaitu IMD. Setelah beberapa lama dicoba, Asha belum juga mencapai puting dengan usahanya sendiri, dan karena saya yang kurang sabar, akhirnya langsung saja saya kasih puting ke mulutnya hehehe..
Langsung dihisap oleh Asha, dan Alhamdulillah setelah 10 menit, ASInya keluar.

Nah, setelah menyusui itu, bekas sobekannya diperiksa lagi apakah sudah tertutup dengan baik. Dan ternyata, jahitannya masih kurang sempurna, dan harus dijahit lagi. Masalahnya, untuk jahitan kedua ini tidak memakai bius lagi (saya kurang mengerti alasannya apa). Walaupun mungkin masih ada sisa dari bius yang tadi, tapi pasti sudah berkurang efek biusnya.

Pasti rasanya beda ya, antara kulit yang baru pertama kali dijahit, dengan kulit yang tadinya sudah pernah dijahit lalu dijahit lagi. Masih ada bekas trauma jahitan yang pertama. Dan benar saja, jahitan yang kedua ini terasa sangat sakit. Awalnya saya berusaha untuk tidak berteriak. Selain takut mengganggu pasien yang lain, saya juga khawatir ibu hamil di sebelah saya ini akan semakin ketakutan kalau mendengar teriakan saya. Tapi kemudian di saat-saat terakhir, saya sudah tidak bisa menahan lagi, dan saya berteriak.

Dan perjuangan saya belum berhenti sampai di situ. 5 hari setelah kelahiran Asha, ketika saya di kamar mandi, saya menemukan ada benang yang masih terikat rapi. Saya tahu bahwa itu benang yang digunakan pada jahitan saya. Tapi yang saya bingung, kenapa ada benang yang jatuh? Apalagi benangnya masih terikat rapi. Apakah jahitannya sobek?
Setelah dilihat, ternyata memang luka sobekan itu terbuka, jahitannya lepas. 

Saat itu saya menangis.
Takut.
Membayangkan dijahit untuk ketiga kalinya membuat saya takut.  

Apalagi bidan yang memeriksa sobekan saya ini bilang bahwa bius yang akan dipakai nanti tidak boleh banyak-banyak (lagi-lagi karena alasan yang saya kurang mengerti), dan memang pastinya akan lebih sakit dari yang kemarin-kemarin.
Well, bagaimanapun harus dijalani. Dan jahitan ketiga pun berhasil saya lalui dengan penuh perjuangan ^_^

Di awal-awal menyusui dulu, saya sempat merasa sangat tersiksa. Saya merasa seluruh badan saya sakit semua. Mulai dari atas, yaitu payudara saya yang nyeri dan membengkak karena ASI yang luar biasa banyak. Lalu perut saya yang terasa sakit karena satu minggu tidak bisa buang air besar. Ditambah lagi bekas jahitan yang terasa nyut-nyutan.

Tapi dari semua rasa sakit dan perjuangan itu, tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kebahagiaan telah mendapat seorang putri kecil yang lucu dan menggemaskan bernama Asha. Semuanya seolah terbayar sudah ^_^
Semoga Asha bisa menjadi anak sholehah dan menjadi kebanggaan bagi orang tuanya.
Aamiinn..